Saat Wilayah Lain Bersiap, KPSHK dan LPHD Sudah Bergerak Patroli Darurat Karhutla

Pulang Pisau, 18 Juni 2026 – Forum Tim Darurat Karhutla (TDK) Kahayan Hilir menegaskan bahwa wilayah Kecamatan Kahayan Hilir hingga pertengahan Juni 2026 masih dalam kondisi aman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Wata Coffee, Pulang Pisau, Kamis (18/6), dan dihadiri oleh KPSHK, LPHD, BPBD, TNI, pemerintah desa, serta sejumlah media lokal.

 

Forum TDK merupakan wadah kolaborasi multipihak yang melibatkan KPSHK, LPHD Gohong, Kalawa, Mantaren I, dan Buntoi, bersama pemerintah desa, pemerintah kecamatan, BPBD, KPH, Koramil, dan Polsek dalam upaya pencegahan karhutla di kawasan gambut Kahayan Hilir. Sejak awal Mei 2026, tim telah melakukan patroli rutin, pembasahan gambut, pemantauan tinggi muka air tanah, pengecekan sumur bor, serta pengawasan kawasan rawan kebakaran di wilayah seluas sekitar 16.500 hektare yang mencakup sembilan desa.

 

 

 

Direktur KPSHK, Mohammad Djauhari, mengatakan bahwa konferensi pers ini digelar untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan sekaligus memperkuat komunikasi publik mengenai upaya pencegahan karhutla yang telah dilakukan secara bersama-sama. “Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berbasis fakta lapangan. Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan saat api sudah muncul. Karena itu, sejak awal Mei kami Tim Darurat Karhutla (TDK) telah bergerak melakukan patroli dan berbagai langkah mitigasi di lapangan. Kolaborasi ini menjadi modal penting untuk menjaga Kahayan Hilir tetap aman selama musim kemarau,” ujar Mohammad Djauhari.

 

Berdasarkan hasil pemantauan hingga 18 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, tidak ditemukan titik api (hotspot) di wilayah kerja Forum TDK berdasarkan data SIPONGI KLHK. Tinggi muka air gambut juga masih berada pada kondisi relatif aman di sebagian besar lokasi pemantauan. Hasil patroli pada 16–17 Juni menunjukkan beberapa kawasan di Hutan Desa Buntoi dan eks-PLG Gohong masih tergenang air dengan kedalaman 10–60 sentimeter, sementara hujan masih terjadi di beberapa titik wilayah tersebut.

 

Komandan TDK Kahayan Hilir, Sarianto, menjelaskan bahwa tim terus melakukan patroli dan pemantauan kondisi gambut secara intensif, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki riwayat kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya. “Sampai hari ini tidak ada hotspot yang ditemukan di kawasan hutan desa. Kami terus melakukan patroli rutin, pemantauan tinggi muka air tanah, pengecekan sumur bor, dan pengawasan titik-titik rawan. Kami tidak menunggu api muncul, tetapi bekerja lebih awal untuk mencegahnya,” kata Sarianto.

 

Menurutnya, wilayah perbatasan Desa Buntoi dan Mantaren serta kawasan hutan antara Desa Gohong dan Desa Garung menjadi fokus pengawasan karena memiliki riwayat kejadian karhutla pada tahun-tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, patroli gabungan terus diperkuat di kawasan tersebut.

 

Ketua LPHD Gohong, Yanto, menyampaikan bahwa keberhasilan menjaga kawasan hutan desa tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya pendampingan yang dilakukan KPSHK sejak tahun 2022. “Kami mengucapkan terima kasih kepada KPSHK yang terus mendampingi LPHD selama ini. Dukungan tersebut membuat kegiatan patroli, pengawasan hutan desa, dan pencegahan karhutla dapat berjalan lebih baik. Menjelang musim kemarau, kami semakin siap bekerja bersama masyarakat untuk menjaga kawasan tetap aman,” ujarnya.

 

Apresiasi juga disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, yang menilai keberadaan Forum TDK memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pengendalian karhutla di Kahayan Hilir. “Kami sangat terbantu dengan keberadaan TDK dan LPHD di lapangan serta dampingan KPSHK. Patroli, edukasi masyarakat, serta pembasahan gambut yang dilakukan sejak dini terbukti efektif menekan risiko kebakaran. Pencegahan yang dilakukan sebelum memasuki puncak kemarau jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi,” ujar Heman.

 

Perwakilan Babinsa Kahayan Hilir, Sigit Prasojo, secara khusus memberikan apresiasi terhadap langkah cepat yang dilakukan KPSHK dan LPHD melalui Forum TDK. “Kami mengapresiasi LPHD dan KPSHK karena sudah bergerak melakukan patroli sejak awal Mei 2026. Saat banyak pihak masih mempersiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan, tim di lapangan sudah aktif melakukan pencegahan. Ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk melindungi masyarakat dan kawasan hutan dari ancaman karhutla,” katanya.

 

Sigit menilai kolaborasi yang dibangun selama ini menjadi contoh baik sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendamping dalam menghadapi musim kemarau. “Pencegahan karhutla membutuhkan kerja bersama. Kami melihat LPHD, masyarakat, KPSHK, pemerintah desa, BPBD, TNI, dan Polri saling mendukung di lapangan. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar kawasan gambut tetap terjaga,” ujarnya.

 

Selain menyampaikan kondisi terkini karhutla, Forum TDK juga meluruskan berbagai informasi terkait Inisiatif Kahayan Hilir (IKH) di Desa Buntoi. Forum menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kerja sama KPSHK dan empat LPHD di Kecamatan Kahayan Hilir yang telah melibatkan Pemerintah Desa Buntoi sejak tahun 2022. Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS) dan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC). Dokumentasi program menunjukkan pemerintah desa telah terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan sejak awal pelaksanaan program.

 

 

Dalam sesi diskusi bersama media, Forum TDK juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan tidak hanya berupa rapat atau koordinasi, tetapi mencakup berbagai aksi nyata di lapangan seperti pembasahan area rawan, perawatan sumur bor, pembersihan jalur rawan kebakaran, pemantauan sensor gambut, serta patroli rutin bersama masyarakat.

 

Perwakilan media dari Kalteng Pos, Agung Sugiyanto, menyampaikan apresiasi terhadap langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini oleh KPSHK dan Forum TDK. “Kami melihat upaya pencegahan yang dilakukan sudah dimulai jauh sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. Langkah seperti patroli, pembasahan gambut, dan edukasi masyarakat sangat penting untuk mencegah terulangnya bencana karhutla besar seperti yang pernah terjadi di Kalimantan Tengah. Media siap mendukung penyebarluasan informasi positif dan edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Melalui konferensi pers ini, Forum TDK Kahayan Hilir menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pencegahan karhutla, pengelolaan hutan desa, dan perlindungan ekosistem gambut. Di tengah prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan panas, sinergi antara masyarakat, LPHD, pemerintah, TNI, Polsek, BPBD, dan KPSHK diyakini menjadi kunci untuk menjaga Kahayan Hilir tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. “Hutan desa yang lestari hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak bergerak bersama. Pencegahan adalah investasi terbaik untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” tutup Mohammad Djauhari.

 

Penulis: Alma

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *