Buletin Sistem Hutan kembali menapaki jalan-jalan Pulang Pisau, menyusuri kantor pemerintahan, balai desa, pondok penjaga hutan, hingga ruang kelas SMA. Setiap penerima tak hanya menerima selembar laporan, tetapi membawa pulang cerita tentang hutan, gambut, dan masa depan Kahayan Hilir.
Generasi muda SMA Negeri 2 Pulang Pisau,menerima Buletin Sistem Hutan dari tim KPSHK. Sumber foto: KPSHK.
Dekranasda, Intan Adiyani, yang juga menerima lima eksemplar, menatap foto-foto kegiatan KUPS dengan antusias. “Informasi seperti ini yang kami butuhkan untuk melihat sejauh mana kerja-kerja pengelolaan hutan berjalan di tingkat tapak,” ujarnya.
Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Sumber Foto: KPSHK.
Ketika buletin sampai di BPBD, Stawan langsung menyimpannya di meja operasi penanganan karhutla. “Ini jadi bahan rujukan kami di lapangan. Foto menara pantau dan sekat kanal itu membantu tim kami memahami kondisi terbaru,” katanya. Dinas Lingkungan Hidup, Slamet menambahkan komentar singkat namun padat, “Bagus. Dokumentasi seperti ini memperjelas titik kerja restorasi yang selama ini hanya kami dengar lewat laporan.”
Begitu memasuki desa, perjalanan buletin berubah menjadi perjalanan emosional. Uneng, PJ Kepala Desa Mantaren I menerima eksemplar di kantor desa. “Ini cerita kami sendiri. Warga jadi tahu perkembangan program tanpa harus menunggu rapat,” katanya. Saat Sumari, anggota Tim Penjaga Hutan, menerima buletin, ia berkata singkat namun penuh makna, “Kerja kami terasa dihargai kalau ada begini-begini.”
Anang Sugito dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Gohong menimpali, “Boleh sering-sering kirim kalau ada edisi baru. Ini bagus untuk diskusi kami setiap bulannya.”

Anang Sugito dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Gohong. Sumber foto: KPSHK.
Saat tiba di sekolah-sekolah, dari SMAN Kahayan Hilir, SMKN 2, hingga sekolah-sekolah di Maliku dan Jabiren Raya buletin itu cepat menyebar di tangan para pelajar. Seorang siswi di SMAN 2 Kahayan Hilir, berkata sambil menunjuk foto tim patroli, “Kami jadi tahu bahwa menjaga hutan itu bukan hal jauh. Ini ada di desa kami sendiri.”
Pada akhirnya, perjalanan Buletin Sistem Hutan bukan sekadar distribusi. Buletin adalah dialog antara pemerintah dan desa, antara perajin dan penjaga hutan, antara pelajar dan masa depan ekosistem gambut mereka. Nuzulmi, Guru di SMKN 1 Kahayan Hilir menambahkan, “Buletin ini bisa jadi bahan belajar untuk anak-anak. Banyak cerita lokal yang bisa mereka banggakan.” Dan dari semua penerima, satu benang merah yang paling kuat terdengar adalah ini: “Kami merasa terhubung.”
Penulis: Alma
Editor: JW & Kiss
Add a Comment