Untuk mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga hutan dan lahan supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan ( KPSHK) dirikan Monumen Peringatan Karhutla di halaman kantor Damang Kahayan Hilir yang berlokasi di Kelurahan Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.
Foto Keterangan

Dihadiri Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta, pembangunan Monumen Peringatan Karhutla ini diawali dengan kegiatan peletakan pondasi pertama yang dilaksanakan di tempat pembangunan monumen tersebut, yakni di halaman kantor Damang Kahayan Hilir, Selasa, (19/8).
Kepada awak media, Direktur KPSHK, Muhammad Djauhari menyampaikan, pembangunan monumen Karhutla ini sebagai pengingat bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan supaya tidak terjadi kebakaran hutan maupun lahan, khusunya di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
“Seperti yang kita ketahui Kabupaten Pulang Pisau ini sebagian lahannya adalah gambut yang memiliki ketebalan bervariasi, berkisar antara 0,5 hingga 4 meter dan tentunya sangat rentan terjadi kebakaran,” kata Djauhari.
Sehingga lanjut Djauhari, monumen ini penting dibangun sebagai pengingat kita dan masyarakat untuk menjaga hutan dan lahan dari aktivitas yang menyebabkan kebakaran terutama di musim kemarau.
“Kegiatan ini juga sebagai bagian dari tindak lanjut Festival Rakyat Penjaga Hutan yang telah memupuk kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan hutan”, lanjutnya.
Djauhari juga mengatakan, KPSHK bersama Lembaga Pengelola Desa (LPHD) di 4 desa, komitmen untuk menjaga hutan dan lahan dari Karhutla dengan membangun monumen sebagai penanda komitmen bersama.
“Peletakan batu pertama monumen ini diselaraskan dengan Kahanjak Darung Bawan, yang juga merupakan bagian dari kampanye penyadartahuan pencegahan Karhutla sekaligus memeriahkan HUT ke – 80 Republik Indonesia,” ujar Djauhari.
Selain itu, kata Djauhari monumen ini untuk mengembalikan tradisi masyarakat dayak terkait tolak bala, dan sebagai tindak lanjut dari festival tahun lalu. Semangatnya ketika musim kemarau monumen ini menjadi pengingat akan menjaga hutan dan lahan.
Wakil Bupati Pulang Pisau (Pulpis) H Ahmad Jayadikarta, memberikan apresiasi kepada KPSHK menginisiasi pembangunan monumen Peringatan Karhutla.
“Kami pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan terimakasih atas pembangunan monumen peringatan Karhutla. Hari ini secara simbolis dimulai dengan menancapkan tiang pembangunan monumen,” kata Jayadikarta.
Dijelaskan Jayadikarta, monumen ini bukan berarti memperingati kebakaran hutan dan lahan, tetapi sebagai pengingat untuk menjaga Hutan dan lahan terhindar dari Karhutla.
Adanya monumen ini lanjut Jayadikarta, sebagai pengingat bahwa masyarakat Kabupaten Pulang Pisau secara bersama – sama menjaga hutan dan lahan dari Karhutla. Jayadikarta menilai KPSHK selama ini sudah konsisten untuk menjaga hutan dari kebakaran bersama LPHD di 4 Desa. Pemerintah Daerah tentunya akan mendukung dan bersinergi serta berkomitmen dalam menjaga hutan supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. (Alp/Aw)

Add a Comment