Suasana meriah memenuhi Gedung Pertemuan Umum (GPU) Handep Hapakat, Kamis malam, 21 Agustus 2025. Ratusan masyarakat, pelajar, jajaran dinas daerah, pengurus handil, berkumpul dalam semangat kebersamaan pada Malam Puncak Kahanjak Darung Bawan, penutup festival yang digagas Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KPSHK) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).

Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, hadir membuka acara sekaligus menyampaikan apresiasinya. “Lomba-lomba ini tidak hanya hiburan, tetapi juga sarana belajar masyarakat tentang cara menjaga hutan dan mencegah kebakaran gambut,” ujarnya.
Direktur KPSHK, Mohamad Djauhari, menekankan bahwa festival ini dirancang untuk memberi ruang bagi generasi muda agar tidak hanya mengenal teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata. “Kami ingin menjadikan peringatan HUT RI sebagai tradisi baru yang mengajarkan anak-anak Pulang Pisau untuk peduli lingkungan sekaligus bangga dengan warisan budaya lokal,” jelasnya.
Sorak kegembiraan pecah saat penganugerahan lomba anyaman rotan. Marlinie, perwakilan KUPS Rotan Gohong, merasa bangga bisa ikut terlibat. “Anyaman rotan bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga simbol budaya Dayak yang wajib dijaga. Senang sekali melihat semangat anak-anak belajar menganyam,” ungkapnya.
Kemeriahan semakin terasa ketika nama SMKN 2 Kahayan Hilir diumumkan sebagai juara pertama lomba pembasahan gambut. Adit, salah satu siswa yang ikut berlomba, bercerita dengan antusias. “Awalnya cuma ikut-ikutan, tapi ternyata seru dan bikin kami sadar kalau menjaga gambut itu tanggung jawab bersama,” katanya penuh semangat.
Rangkaian acara ditutup dengan hiburan rakyat berupa tarian tradisional, musik kerungut, hingga penampilan artis lokal. Lebih dari sekadar pesta perayaan, Kahanjak Darung Bawan meninggalkan pesan mendalam: hutan dan gambut Pulang Pisau adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama demi generasi masa depan.
Penulis: Alma

Add a Comment