Dinas Lingkungan Hidup Dukung Festival Rakyat Penjaga Hutan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendukung pelaksanaan Festival Rakyat Penjaga Hutan, yang diselenggarakan oleh Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KPSHK) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD). Nisfu Kusuma Restu, DLH Kab. Pulpis Tata Lingkungan dan Kehutanan mengatakan, kegiatan ini menumbuhkan motivasi bagi masyarakat yang ada di daerah perhutanan sosial untuk berperan aktif dalam mengelola hutan untuk kesejahteraan. “Peran pemerintah hanya mendampingi, sementara peran aktifnya justru ada dimasyarakat itu sendiri dan ada dilembaga-lembaga seperti KPSHK”, ungkap Nisfu.

Nisfu juga berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, juga dapat berfungsi untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi pentingnya perlindungan hutan untuk kehidupan serta penghidupan warga sekitarnya. Selain itu, ke depan acara ini lebih diperluas lagi bagi warga desa lain tidak hanya di PS. “Enam puluh persen Kabupaten Pulang Pisau ini lahan gambut, jadi acara ini bisa diperluas lagi cakupannya. Pihak KPSHK dan LPHD bisa terus mendampingi atau memotivasi masyarakat dalam pengelolaan perhutanan sosial dan pengelolaan hutan gambut”, paparnya.

Selain sebagai perayaan, Festival Rakyat Penjaga Hutan sebagai langkah KPSHK dan 4 LPHD untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan tata kelola hutan berbasis masyarakat, serta melaksanakan sistem perlindungan sumber daya hutan melalui patroli Tim Patroli Hutan (TPH), Tim Patroli Karhutla (TPK) dan Tim Darurat Karhutla (TDK) guna pengurangan risiko kebakaran hutan dan lahan. KPSHK berencana memperluas area pengelolaan dengan menghadirkan Desa Kanamit Barat dan Desa Garung dalam serta menjaga dan melindungi sumber daya hutan dan resiko kebakaran.

Sebagai langkah mendukung pengembangan usaha berbasis hasil hutan gambut, acara tersebut menghadirkan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari 4 LPHD seperti anyaman rotan, madu kelulut dan olahan ikan, guna mempromosikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.

Festival Rakyat Penjaga Hutan yang diselenggarakan 18-20 Februari 2025, merupakan gelaran ke tiga. Kegiatan tahunan ini bertujuan agar masyarakat di Desa Gohong, Kalawa, Buntoi dan Mentaren 1 yang selama ini mengelola dan melindungi 16 ribu hektare perhutanan sosial, dapat saling berbagi pengalaman dengan masyarakat lainnya.

Penulis: AM

Editor: Kiss

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *