TDK Terus Bergerak Lakukan Patroli, Pembasahan, dan Pemadaman Karhutla di Kahayan Hilir
TDK Continues to Conduct Patrols, Wetting Operations, and Forest and Land Fire Extinguishment in Kahayan Hilir

KAHAYAN HILIR –  Tim Darurat Karhutla (TDK) terus bergerak aktif melakukan upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah rawan kebakaran di Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan dilakukan secara langsung di lapangan melalui patroli, pemantauan, pembasahan, pendinginan, hingga pemadaman titik api dan sisa bara atau kuwut bekas kebakaran.

 

Sejumlah lokasi menjadi sasaran kegiatan TDK, di antaranya wilayah Mantaren I, Gohong, Garung, dan Kalawa. Tim melakukan pemantauan kondisi lapangan sekaligus mengambil tindakan terhadap titik-titik yang masih menunjukkan adanya api maupun bara yang berpotensi kembali terbakar.

 

Upaya pemadaman Karhutla oleh Tim Darurat Karhutla IKH. Sumber foto: KPSHK.

 

Di Mantaren I, TDK melakukan pemadaman di Handel Baru dan pembasahan lahan di Sei Sala. Kegiatan serupa juga dilakukan di Sei Tarate dan Handel Baru dengan melibatkan Babinsa. Pembasahan dilakukan sebagai langkah untuk mencegah bara api di dalam lahan kembali menyala dan meluas.

 

Sementara itu, di Gohong, tim melakukan pemadaman terhadap sisa titik api yang masih nguwut, termasuk kegiatan pendinginan dan pembasahan lahan di Sei Kakawang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sisa bara pada area bekas kebakaran benar-benar dapat dikendalikan.

 

Kegiatan penanganan juga dilakukan di Desa Garung, tepatnya di kawasan Sei/Handel Kecap dan Handel Kala. Tim melakukan pemadaman dan pembasahan pada lahan terbakar yang masih menyimpan bara (kuwut).

 

Di wilayah Kalawa, TDK melakukan pemadaman kuwut bekas kebakaran di Saka Putih. Penanganan terhadap sisa bara menjadi penting untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama pada kondisi lahan yang masih kering.

Upaya pemadaman Karhutla oleh Tim Darurat Karhutla IKH. Sumber foto: KPSHK. 

 

Selain melakukan penanganan langsung, TDK juga memperkuat upaya pencegahan melalui patroli keliling dan pemantauan area rawan Karhutla. Pada 31 Agustus 2026, pemantauan dilakukan di jalur STI menuju batas Buntoi dan Kanamit Barat. Tim melakukan pembasahan area rawan serta pemantauan dari Menara Pantau BRG, Menara Pantau LPHD, dan Pos Jaga LPHD.

 

Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, TDK membawa sejumlah perlengkapan pendukung, seperti mesin pompa, ces, HT, teropong, parang, dan peralatan lainnya. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi maupun titik kebakaran.

 

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa TDK tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga bergerak langsung melakukan penanganan di lapangan. Patroli dan pemantauan dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, sementara pembasahan, pendinginan, dan pemadaman dilakukan untuk mengendalikan titik api serta mencegah kebakaran kembali meluas.

 

Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dan lahan gambut di Kahayan Hilir dari ancaman Karhutla. Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin dan respons langsung terhadap kondisi di lapangan, TDK terus berupaya memperkuat pencegahan dan penanganan Karhutla bersama para pihak dan masyarakat.

 

TDK terus bergerak untuk menjaga hutan dan lahan gambut, mencegah api kembali menyala, serta memastikan setiap potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin.

Penulis: Alma

KAHAYAN HILIR – The Forest and Land Fire Emergency Team (TDK) continues to actively carry out prevention and response efforts regarding forest and land fires in several fire-prone areas within Kahayan Hilir District, Pulang Pisau Regency. Operations are conducted directly in the field, ranging from patrols, monitoring, and land wetting to cooling and extinguishing hotspots and residual smoldering embers (*kuwut*) left over from fires.

 

The TDK’s activities targeted several locations, including Mantaren I, Gohong, Garung, and Kalawa. The team monitored field conditions and took action against spots still showing active flames or embers that posed a risk of reignition.

 

Forest and land fire suppression efforts by the IKH Emergency Response Team. Photo source: KPSHK.

 

In Mantaren I, the TDK extinguished fires in Handel Baru and wetted the land in Sei Sala. Similar activities were carried out in Sei Tarate and Handel Baru with the involvement of *Babinsa* (Village Supervisory Non-Commissioned Officers). Wetting operations were performed to prevent underground embers from reigniting and spreading.

 

Meanwhile, in Gohong, the team extinguished remaining smoldering hotspots and conducted cooling and land wetting operations in Sei Kakawang. These measures were taken to ensure that residual embers in the burnt areas were fully under control.

 

Response operations were also conducted in Garung Village, specifically in the Sei/Handel Kecap and Handel Kala areas. The team extinguished fires and wetted burnt land that still contained smoldering embers.

 

In the Kalawa area, the TDK extinguished smoldering embers from previous fires in Saka Putih. Addressing residual embers is crucial to preventing the reappearance of hotspots, especially given the dry land conditions.

 

Forest and land fire suppression efforts by the IKH Emergency Response Team. Photo source: KPSHK.

 

In addition to direct response actions, the TDK strengthened prevention efforts through mobile patrols and monitoring of fire-prone areas. On August 31, 2026, monitoring was conducted along the route from STI to the borders of Buntoi and West Kanamit. The team wetted vulnerable areas and conducted monitoring from the BRG Observation Tower, the LPHD Observation Tower, and the LPHD Guard Post. During field operations, the TDK carries various support equipment, such as water pumps, motorized boats, two-way radios, binoculars, machetes, and other tools. This equipment facilitates monitoring and enables a rapid response whenever potential fire hazards or active hotspots are detected.

 

These activities demonstrate that the TDK does not merely monitor the area but also takes direct action on the ground. Patrols and monitoring are conducted to detect fire risks at an early stage, while wetting, cooling, and extinguishing operations are carried out to control hotspots and prevent fires from spreading.

 

These efforts play a crucial role in protecting the forest and peatland areas of Kahayan Hilir from the threat of forest and land fires. Through routine monitoring and immediate responses to field conditions, the TDK continues to strengthen fire prevention and management efforts in collaboration with stakeholders and the local community.

 

The TDK remains active in safeguarding forests and peatlands, preventing fires from reigniting, and ensuring that any potential fire threats are addressed as early as possible.

Author: Alma

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *