Saat Api Menyeberang Parit di Kebun

Malam itu, api bergerak menuju kebun masyarakat di perbatasan Desa Gohong dan Desa Garung, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Sekitar pukul 01.00 WIB, kobaran api menyeberangi parit dan masuk ke area perkebunan.

 

Angin yang terus berembus dan berubah arah membuat api mudah melompati parit. Kobaran kemudian menyebar melalui vegetasi dan rumpun tanaman yang mengering.

 

Ali, salah satu pekebun di lokasi, melihat api bergerak dari arah bawah menuju kebunnya. “Api datang dari arah bawah, kemudian merembet naik. Malam itu api sudah menyeberang parit dan masuk ke kebun,” ujar Ali.

 

Pasukan TDK Bergerak

Informasi kebakaran segera diterima Tim Darurat Karhutla (TDK) Gohong. Lampang, anggota TDK Gohong, mengatakan tim langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) Gohong sebelum bergerak ke lokasi. “Begitu mendapat informasi, kami langsung melapor kepada Ketua LPHD Gohong. Setelah mendapat arahan, pasukan TDK langsung kami kerahkan untuk memadamkan api,” kata Lampang.

 

Personel TDK kemudian bergerak ke lokasi dan melakukan pemadaman bersama masyarakat. Tim menangani bagian yang masih terbakar sekaligus mengendalikan pergerakan api agar tidak meluas.

 

Kebakaran menghanguskan sekitar 13 hektare kebun masyarakat. Tanaman dan rumpun rempetan di jalur api terbakar, sementara sekitar 10 hektare lahan di bagian belakang masih selamat karena kondisi tanahnya lebih basah dan lembap.

 

Sebelum mencapai kebun, api diperkirakan telah merambat sekitar dua kilometer dalam waktu satu minggu, dari kawasan bawah menuju area LPHD dan lahan masyarakat.

 

Haris, perwakilan Gakkum Provinsi Kalimantan Tengah bersama Yanto Ketua LPHD Gohong. Sumber foto: KPSHK.

Pemeriksaan oleh Petugas

Pasca-kebakaran, lokasi ditinjau bersama tim Penegakan Hukum (Gakkum) Provinsi Kalimantan Tengah untuk mencocokkan kondisi lapangan dengan analisis citra satelit.

 

Haris, perwakilan Gakkum Provinsi Kalimantan Tengah, mengatakan titik panas pertama di kawasan tersebut terdeteksi pada 17 Agustus. “Dari hasil analisis citra, api pertama terdeteksi sekitar 17 Agustus. Polanya menunjukkan api bergerak dari bagian bawah kemudian merembet ke arah atas,” kata Haris.

 

Lahan terbakar. Sumber foto: KPSHK.

 

Analisis sementara Gakkum memperkirakan area terdampak kebakaran mencapai sekitar 198 hektare. Angka ini masih berupa estimasi karena hasil analisis citra satelit dapat mengalami offset atau pergeseran posisi. Pengukuran dan pemetaan lapangan diperlukan untuk memastikan luas serta batas area yang terbakar. Lahan masyarakat seluas sekitar 13 hektare yang terbakar menjadi salah satu bagian yang perlu diverifikasi melalui pemetaan lapangan.

 

Pendinginan

Setelah kobaran mereda, TDK bersama masyarakat melakukan pendinginan, pemantauan, dan patroli di area bekas terbakar untuk mengantisipasi bara[AS1]  yang masih mengeluarkan asap agar tidak kembali menyala. Parit yang sempat dilompati api malam itu kini menjadi salah satu titik yang terus diawasi, seiring proses verifikasi lapangan atas total area terdampak yang masih berjalan.

 

Kebakaran di perbatasan Gohong-Garung menunjukkan bagaimana angin yang berubah arah dan vegetasi kering dapat mempercepat perambatan api hingga melewati parit pembatas. Respons TDK dimulai sejak informasi diterima, dilanjutkan dengan pengerahan personel dan pemadaman langsung di lokasi.

 

Penulis: Alma


 [AS1]Bara api yang masih membara / mengendap di dalam lapisan gambut.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *