DSC09154-scaled-1.jpg

Semarak Kemerdekaan, KPSHK Adakan Lomba Ketangkasan Penanggulangan Karhutla

KAHAYAN HILIR – Menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80, suasana di lokasi terbuka KAPHIL, Selasa (12/8/2025), terasa berbeda. Bukan lomba panjat pinang atau tarik tambang yang jadi sorotan, melainkan adu ketangkasan memadamkan api! Kegiatan unik ini diadakan oleh KpSHK sebagai bagian dari latihan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan gambut.

Lombanya seru tapi penuh tantangan. Setiap tim dibekali nozzle spray dan selang, lalu ditantang memecahkan dua balon berisi air menggunakan semprotan. Setelah balon pecah, peserta langsung beraksi memadamkan api yang sudah disiapkan panitia. Mirip banget sama kondisi di lapangan: ada target, ada tekanan waktu, dan tentu saja ada api yang harus segera dipadamkan.

Abdul Azis, penanggung jawab lomba, menjelaskan kalau ini bukan sekadar seru-seruan.

“Lomba ini kami adakan untuk melatih kesiapsiagaan, keterampilan teknis, dan kekompakan tim. Di lapangan, kecepatan dan koordinasi adalah kunci. Kami ingin semua peserta merasakan simulasi seperti kondisi nyata,” ujarnya.

Hari ini, tiga regu tampil: Tim Penjaga Hutan 2 Mantaren 1, Masyarakat Peduli Api Mantaren 1, dan Tim Penjaga Hutan 2 Buntoi. Semua tampil habis-habisan demi memecahkan balon dan menaklukkan api secepat mungkin.

Ganti, anggota Tim Penjaga Hutan Mantaren I, mengaku momen ini bikin deg-degan sekaligus bangga.

“Seru sekali, tapi kami juga harus tetap fokus. Memecahkan balon itu butuh strategi, apalagi saat airnya memantul ke arah lain. Setelah itu, memadamkan api jadi lebih menantang,” katanya sambil tertawa.

Kegiatan ini memang dikemas seperti lomba, tapi punya misi besar: mengajak semua pihak mulai dari generasi muda, perempuan, petugas lapangan, hingga kelompok masyarakat untuk paham bahaya karhutla, pentingnya restorasi gambut, dan bagaimana setiap orang punya peran mencegah bencana ekologis.

Dengan pendekatan berbasis budaya dan konteks lokal, pesan penting ini jadi lebih mudah diterima. Semangat kompetisi, tawa, dan percikan air hari ini, siapa sangka, bisa jadi bekal serius untuk melindungi hutan dan lahan gambut kita dari ancaman api.

Penulis: Alma

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *