KBRN, Palangka Raya : Hutan, sebagai paru-paru dunia, memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem global. Hutan adalah rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa, menyediakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Untuk itu penting dijaga dari kerusakan, salah satunya potensi kebakaran hutan dan lahan yang pernah melanda Kalteng khususnya Kabupaten Pulang Pisau.
Direktur Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan Mohammad Djauhari, mengatakan, upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan telah dilakukan secara terus menerus, seperti melibatkan masyarakat di areal rawan karhutla menjadi sebagai penjaga hutan, mereka rutin melakukan patroli.
“Karena data menunjukkan, bahwa kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah terjadi secara berkala, dengan pola 4 sampai 5 tahunan khususnya di musim kemarau. Ancaman kebakaran lahan dan hutan ini setiap tahunnya selalu ada, baik di lokasi yang sama maupun lokasi yang baru,”ujarnya, Selasa (18/2/2025).

Selain itu, pihaknya baru baru ini juga menggelar Festival Rakyat Penjaga Hutan, kegiatan ini agenda rutin tujuannya sebagai wujud nyata dari komitmen bersama, untuk menjaga kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Ekosistem, karena hutan berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim, menyerap karbon dioksida dari atmosfer, dan melepaskan oksigen yang dihirup seluruh mahluk hidup.
Sementara itu, salah satu peserta festival penjaga hutan yang juga Lurah Kalawa , Arizal Burhana Faiz mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan sosial tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga meningkatkan upaya pelestarian hutan.
“Saya menyambut baik diadakan Festival Rakyat Penjaga Hutan selama tiga hari, ini sebagai antisipasi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau yang dampaknya sangat merugikan masyatakat sekitar hutan,”ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap kepada pihak terkait dalam hal ini aparat penegak hukum, dapat mengintensifkan patroli di sekitar hutan, karena sampai dengan saat ini masih marak ditemukan pembabatan hutan secara liar dan eksploitasi alam untuk kepentingan segelintir oknum, padahal sumber daya alam di kalteng sejatinya untuk kemakmuran seluruh masyarakat luas dan sekitar hutan.
Artikel ini telah tayang di https://rri.co.id/ dengan judul Festival Rakyat Penjaga Hutan Sebagai Antisipasi Karhutla
Penulis: Edy Suroso | Editor: Syarbani
Add a Comment