Pulang Pisau – Api tidak menunggu. Ketika kepala api terus bergerak, Tim Darurat Karhutla (TDK) harus bergerak lebih cepat termasuk memastikan air tersedia sedekat mungkin dengan lokasi pemadaman.
Melalui Program Inisiatif Kahayan Hilir (IKH), TDK memperkuat sistem dukungan air untuk pembasahan, pemadaman, dan penanggulangan karhutla di Pulang Pisau. Bukan hanya mencari sumber air, tetapi membangun cara agar air dapat terus mengikuti kebutuhan di lapangan.
Salah satu langkahnya adalah pembuatan sumur bor di beberapa titik untuk memperkuat sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam operasi.
Namun, sumber air saja tidak cukup. Ketika jaraknya jauh dari titik api, air harus dipindahkan secara bertahap.
Karena itu, TDK juga membuat penampung air untuk mendukung sistem estafet air. Air dari sumber dapat ditampung di titik tertentu, kemudian diteruskan kembali menuju lokasi yang membutuhkan.

Tim TDK membuat penampung air menggunakan tandon portable. Sumber foto: KPSHK.
Sistem ini menjadi penting ketika medan dan jarak membuat sumber air tidak dapat langsung menjangkau titik api.
Dukungan tersebut diperkuat dengan 5 unit tandon air portable dengan total kapasitas 6.100 liter, terdiri atas:
-
500 liter: 2 unit
-
800 liter: 1 unit
-
1.000 liter: 1 unit
-
3.000 liter: 1 unit
Tandon portable memungkinkan air ditempatkan lebih dekat dengan area operasi dan digunakan sesuai kebutuhan tim.
Dengan demikian, upaya penyediaan air dibangun dalam satu rangkaian: sumur bor sebagai sumber, penampung sebagai titik antara, tandon sebagai penyimpanan, dan estafet sebagai jalur distribusi menuju titik pemadaman.
Strategi ini juga mendukung kebutuhan pembasahan setelah api ditangani. Pada lahan gambut, pekerjaan tidak berhenti ketika nyala api menghilang. Area tertentu tetap perlu dibasahi untuk membantu mengurangi risiko api kembali muncul.
Upaya memperkuat sistem air tersebut berjalan bersamaan dengan langkah TDK lainnya, seperti pemantauan menggunakan drone, identifikasi arah rambatan api, pencarian kepala api, mobilisasi personel, serta dukungan operasional untuk memastikan tim dapat terus bergerak.
Bagi TDK, menghadapi karhutla bukan sekadar soal memadamkan api yang terlihat.
Sumber air harus disiapkan. Jalur air harus dibangun. Air harus didekatkan. Dan pemadaman harus terus dilakukan.
Melalui dukungan Program IKH, TDK berupaya membangun sistem yang memungkinkan air bergerak mengikuti medan dan kebutuhan operasi.
Karena ketika api terus mencari jalan untuk merambat, TDK juga terus mencari jalan untuk mengirimkan air.
Penulis: Alma
Add a Comment