Ketika Menit Pertama Menentukan Segalanya
When the First Minute Determines Everything

Bagi Tim Patroli Hutan (TPH), perjalanan menyusuri kawasan hutan bukan sekadar soal menemukan titik patroli atau memantau kondisi kawasan. Di balik setiap langkah, selalu ada kemungkinan menghadapi situasi darurat, mulai dari luka akibat alat kerja, gigitan ular, hingga anggota tim yang tiba-tiba pingsan di tengah perjalanan.

 

Karena itu, materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) menjadi salah satu sesi penting dalam pelatihan hari kedua yang dilaksanakan pada 13 Juni 2026.

 

Pelatihan tidak hanya membahas teori. Para peserta diajak memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan, terutama ketika akses menuju fasilitas kesehatan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

 

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah penanganan gigitan ular. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada protokol STOP, yaitu berhenti, memeriksa kondisi korban, membalut area yang tergigit, dan segera mencari bantuan medis.

 

Instruktur juga menekankan sejumlah tindakan yang justru tidak boleh dilakukan, seperti menyayat luka, mengisap racun, atau membiarkan korban berjalan sendiri.

 

Harianto TPH 2 Gohong dalam praktik pelatihan pertolongan pertama oleh Puskesmas Pulang Pisau, 13 Juni 2026. Sumber Foto: KPSHK.

 

Bagi peserta, materi ini sangat relevan dengan kondisi patroli yang sering dilakukan di kawasan hutan dan lahan gambut. “Kalau patroli di hutan, kemungkinan bertemu ular memang ada. Materi seperti ini penting karena kami jadi tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” ujar Weliyanto, TPH Mantaren I.

 

Selain penanganan gigitan ular, peserta juga mempraktikkan cara menangani luka terbuka. Dengan menggunakan peralatan P3K, mereka belajar membersihkan luka, menghentikan pendarahan, serta melakukan pembalutan sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Materi lain yang menarik perhatian adalah teknik mengangkat korban secara aman. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan bagaimana tiga orang bekerja sama mengangkat korban dengan menjaga posisi kepala, badan, dan kaki agar tidak menimbulkan cedera tambahan.

 

Suasana pelatihan menjadi semakin hidup ketika peserta mencoba praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP). Satu per satu peserta memperagakan teknik kompresi dada sesuai arahan tenaga medis yang hadir sebagai narasumber.

 

Hari, TPH Gohong menilai praktik langsung menjadi bagian yang paling membantu dalam memahami materi. “Kalau hanya mendengar penjelasan mungkin cepat lupa. Tapi ketika langsung mempraktikkan, kami jadi lebih paham langkah-langkah yang harus dilakukan saat ada kejadian di lapangan,” katanya.

 

Selain keterampilan teknis, peserta juga diingatkan bahwa keselamatan penolong harus menjadi prioritas pertama. Sebelum membantu korban, anggota tim wajib memastikan kondisi sekitar aman sehingga tidak menambah jumlah korban dalam satu kejadian.

 

Materi P3K kemudian ditutup dengan diskusi tentang pengelolaan kotak P3K dan komunikasi darurat. Peserta diajak memahami pentingnya memeriksa masa berlaku obat, memastikan perlengkapan selalu tersedia, serta mengetahui informasi apa saja yang harus disampaikan ketika meminta bantuan kepada tim penyelamat.

 

Bagi Heron, TPH Gohong bahwa pelatihan ini memberikan gambaran bahwa tindakan sederhana dapat memberikan dampak besar ketika menghadapi keadaan darurat. “Yang paling penting adalah jangan panik. Ketika tahu langkah yang harus dilakukan, kita bisa membantu korban sambil menunggu bantuan medis datang,” ujarnya.

 

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru. Mereka juga membawa kesadaran bahwa beberapa menit pertama setelah kecelakaan sering kali menjadi waktu yang menentukan bagi keselamatan seseorang.

 

Penulis: Alma

Editor: JW & Kiss

For the Forest Patrol Team (TPH), traveling through forest areas is more than just about finding patrol points or monitoring conditions. Behind every step, there’s always the possibility of encountering an emergency, from injuries caused by work equipment to snakebites, to team members suddenly fainting mid-journey.

 

Therefore, First Aid (P3K) was a key session on the second day of training, held on June 13, 2026.

 

The training went beyond theory. Participants were encouraged to understand the steps to take when facing an emergency situation in the field, especially when access to a health facility is time-consuming.

 

One topic that captured the participants’ attention was the treatment of snake bites. In this session, participants were introduced to the STOP protocol: stop, assess the victim, bandage the bite, and immediately seek medical attention.

 

The instructor also emphasized several actions that should not be taken, such as cutting the wound, sucking out the venom, or allowing the victim to walk alone.

 

Harianto, TPH 2 Gohong, during a first aid training session conducted by the Pulang Pisau Community Health Center on June 13, 2026. Photo Source: KPSHK.

 

For the participants, this material was highly relevant to the conditions of patrols often conducted in forest and peatland areas. “When patrolling in the forest, there’s a possibility of encountering snakes. This kind of material is important because it teaches us what to

do and what not to do,” said Weliyanto, TPH Mantaren I.

 

In addition to treating snake bites, participants also practiced how to treat open wounds. Using first aid equipment, they learned how to clean wounds, stop bleeding, and apply bandages before the victim received further treatment.

 

Another interesting topic was the technique of safely lifting a victim. In the simulation, participants demonstrated how three people work together to lift a victim, maintaining the position of the head, body, and legs to prevent additional injury.

 

The training atmosphere became even more lively when participants tried Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). One by one, participants demonstrated chest compression techniques as directed by the medical personnel present as resource persons.

 

Hari, TPH Gohong, considered the hands-on practice to be the most helpful part in understanding the material. “If we only hear explanations, we might quickly forget. But when we practice directly, we better understand the steps to take when an incident occurs in the field,” he said.

 

In addition to technical skills, participants were also reminded that the safety of rescuers must be the first priority. Before assisting a victim, team members must ensure the surrounding conditions are safe to avoid increasing the number of casualties in a single incident.

 

The first aid material then concluded with a discussion on first aid kit management and emergency communications. Participants were encouraged to understand the importance of checking medication expiration dates, ensuring supplies are always available, and learning what information to convey when requesting assistance from rescue teams.

 

Heron, TPH Gohong, said that this training illustrated how simple actions can have a big impact when facing an emergency. “The most important thing is not to panic. Once we know the steps to take, we can help the victim while waiting for medical assistance to arrive,” he said.

 

Through this training, participants not only took home new knowledge but also the awareness that the first few minutes after an accident are often crucial for a person’s safety.

 

Author: Alma

Editors: JW & Kiss

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *