Api menjadi musuh tak terlihat yang selalu mengintai. Di balik angin yang tenang dan hutan yang rimbun, nyala kecil dapat berubah menjadi amukan yang melahap segalanya. Inilah yang terjadi di Kecamatan Kahayan Hilir. Di Kahayan Hilir, kobaran api telah menjadi ancaman nyata, mengintai setiap sudut lahan gambut yang kering kerontang. Namun, bukan berarti masyarakat dan tim tidak berbuat apa-apa. Sejak Juli 2024, KPSHK dan tim gabungan, Tim Darurat Karhutla (TDK) telah berjibaku melawan si jago merah.
Seperti prajurit yang tak kenal lelah, Tim Darurat Karhutla (TDK) terus bergerak, siaga dalam tiap detik. Anggota tim tak hanya mengandalkan mata telanjang, mereka dilengkapi dengan teknologi mutakhir, termasuk citra satelit dan data NASA FIRMS yang memberi mereka panduan untuk mengantisipasi hotspot yang tak terduga. Namun, alat secanggih apapun tak akan berarti tanpa tekad kuat di baliknya.
“Kami tak pernah lengah. Sejak kebakaran pertama di project zone tepatnya di perbatasan Kanamit Barat dan Buntoi, kami terus memantau dan bersiaga,” tegas Abdul Azis, salah satu pengurus inti Tim Darurat Karhutla (TDK).
Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, melalui pesan Whatsapp pada Senin (16/9/2024), mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama mengingat kondisi kemarau yang membutuhkan kewaspadaan lebih. Beliau juga menekankan pentingnya membersihkan lahan secara bijaksana. Selain itu, Ahmad Toyib melaporkan bahwa Satgas Pengendalian Karhutla BPBD Kabupaten/Kota telah menangani sekitar sebelas kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Minggu demi minggu, tim terus mengadakan koordinasi, berkolaborasi dengan berbagai pihak BPBD, Polri, TNI, hingga Manggala Agni. Pertemuan-pertemuan tersebut bak medan perang di meja bundar, di mana strategi disusun demi melawan musuh bersama.

Namun, api tak memberi ampun. Pada September 2024, kebakaran terjadi lagi, mengancam area project di Gohong. Di tengah hiruk-pikuk ini, TDK tak menyerah. Mereka tak gentar, meski harus berhadapan dengan panas yang menyengat dan tanah yang retak. TDK terus mengendalikan api sampai akhirnya api bisa total dipadamkan dan tidak meluas.
Siang malam, tim patroli berjibaku. Mereka mencari sumber air, menggali tanah, menyiram kembali lahan yang sudah terbakar agar api tak muncul kembali.
“Ini bukan sekadar pekerjaan, ini adalah misi untuk melindungi kehidupan,” ungkap Abdul Azis penuh penekanan.
Masyarakat tak tinggal diam. Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) juga turun tangan, bekerja sama dengan TDK dalam menjaga tanah kelahiran mereka dari kehancuran. Kebakaran mungkin tak bisa sepenuhnya dicegah, tetapi dengan kerja sama, kesiapan, dan semangat pantang menyerah, kerugian bisa diminimalisir. Seperti pepatah lama, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” penanganan karhutla di Kahayan Hilir bukan hanya tentang api, tetapi tentang persatuan antara masyarakat, pemerintah, dan alam. Hanya dengan bersatu, kita bisa memenangkan pertempuran ini.
Penulis : Alma
Editor : Joko
Upload : Aris

Add a Comment