Asap tipis mulai membumbung di atas lahan gambut. Bagi Tim Penjaga Hutan (TPH), pemandangan ini adalah panggilan tugas. Mereka bergerak cepat, memanggul peralatan, dan bersiap menghadapi medan yang sulit. Di tengah kepungan api dan panas, ada satu hal yang sebenarnya jauh lebih penting daripada sekadar memadamkan bara, yaitu memastikan setiap orang yang berangkat hari itu bisa pulang dalam keadaan utuh.
Inilah yang disebut dengan K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Bagi orang awam, istilah ini mungkin terdengar kaku dan hanya identik dengan pemakaian helm atau sepatu bot berat. Namun, jika kita kupas lebih dalam dengan bahasa yang paling sederhana, K3 sebenarnya adalah “cara kerja yang pintar agar nyawa tetap terjaga”. K3 bukan hanya soal atribut yang menempel di badan, melainkan sebuah kesadaran bahwa bekerja dengan berani saja tidak cukup jika tidak disertai dengan perhitungan yang matang.

Prof. Dr. Efi Yuliati Yovi, M.Life.Env.Sc., tenaga ahli K3 KPSHK
Prof. Dr. Efi Yuliati Yovi, M.Life.Env.Sc., tenaga ahli K3 dari KPSHK, menekankan betapa krusialnya hal ini di lapangan. Beliau menjelaskan, “Kegiatan patroli dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan gambut memiliki risiko tinggi. Perlindungan K3 menjadi strategi mutlak agar petugas bisa bekerja dengan sehat dan selamat.”
Menurut Prof. Efi, meski kita tidak mungkin menghilangkan semua bahaya di alam liar, kita punya kekuatan untuk memperkecil risikonya dengan cara kerja yang benar dan pengetahuan yang cukup.
Risiko di lahan gambut sering kali bersikap menipu. Api mungkin terlihat jelas di permukaan, namun bahaya yang sebenarnya terkadang bersembunyi di bawah kaki. Tanah yang tampak aman bisa jadi menyimpan bara panas yang sanggup melukai, sementara asap yang terhirup bukan sekadar mengganggu pandangan, melainkan racun yang bisa membuat kepala pusing hingga jatuh pingsan. Bahkan hal-hal kecil yang sering dianggap remeh, seperti suara bising mesin perahu yang merusak pendengaran atau cuaca terik yang menguras tenaga, adalah bagian dari ancaman yang harus diwaspadai.
Memahami K3 berarti belajar mengenali bahaya sebelum kecelakaan benar-benar terjadi. Caranya bisa sangat sederhana, seperti memastikan air minum cukup agar tubuh tidak tumbang karena dehidrasi, mengecek kondisi mesin sebelum berangkat, atau sekadar berdiskusi singkat dengan rekan setim sebelum memulai tugas.
K3 itu soal saling peduli. Saat satu orang mengingatkan temannya untuk memakai masker dengan benar atau beristirahat ketika sudah lelah, ia sedang membantu temannya tetap selamat dan bisa pulang ke rumah tanpa masalah.
Pada akhirnya, alat pelindung diri seperti helm dan sepatu keselamatan hanyalah alat bantu. Inti dari keselamatan adalah kerja sama dan kepatuhan pada aturan yang ada. Hutan memang perlu kita jaga demi masa depan, namun para penjaganya jauh lebih berharga untuk dijaga. K3 memastikan bahwa dedikasi para penjaga hutan ini tidak berakhir di meja pengobatan, melainkan berakhir dengan senyum hangat saat bertemu kembali dengan keluarga di rumah.
Penulis: Alma
Editor: JW & Kiss
A thin layer of smoke began to rise over the peatland. For the Forest Ranger Team (TPH), this sight was a call to duty. They moved quickly, shouldering their equipment, and preparing to face the difficult terrain. Amidst the flames and heat, there was one thing far more important than simply extinguishing the embers: ensuring everyone who left that day returned home safe and sound.
This is what is called K3, or Occupational Safety and Health. To the layperson, this term may sound rigid and synonymous with wearing helmets or heavy boots. However, if we examine it more deeply, in the simplest terms, K3 is actually “a smart way of working to protect lives.” K3 is not just about the attributes worn on the body, but rather an awareness that working bravely is not enough without careful calculation.

Prof. Dr. Efi Yuliati Yovi, M.Life.Env.Sc., K3 expert at KPSHK
Prof. Dr. Efi Yuliati Yovi, M.Life.Env.Sc., an OHS expert from the Ministry of Environment and Forestry (KPSHK), emphasized how crucial this is in the field. She explained, “Patrolling and controlling forest and peatland fires carries high risks. OHS protection is an absolute strategy to ensure officers can work healthily and safely.”
According to Prof. Efi, while it’s impossible to eliminate all hazards in the wild, we have the power to minimize them with proper work practices and sufficient knowledge.
Risks in peatlands are often deceptive. Fires may be clearly visible on the surface, but the true danger sometimes lurks beneath your feet. Ground that appears safe may contain hot embers that can injure you, while inhaled smoke is not just an eyesore but a poison that can cause headaches and even fainting. Even small things often taken for granted, such as the noise of a boat engine that damages your hearing or the heat that drains your energy, are threats that must be addressed.
Understanding OHS means learning to recognize hazards before accidents actually occur. The methods can be very simple, such as ensuring adequate drinking water to prevent dehydration, checking the condition of the machine before leaving, or simply having a brief discussion with teammates before starting a task.
K3 is about mutual care. When one person reminds a friend to wear a mask properly or to rest when tired, they are helping their friend stay safe and return home without problems.
Ultimately, personal protective equipment like helmets and safety shoes are simply tools. The essence of safety lies in cooperation and compliance with existing regulations. While we need to protect the forest for the future, its guardians are far more valuable. K3 ensures that the dedication of these forest guardians doesn’t end at the medical table, but rather with warm smiles when they reunite with their families at home.
Writer: Alma
Editor: JW & Kiss
Add a Comment